bahan belajar transfusi darah tentang kompatibilitas

Bahan Belajar Kuliah Transfusi Darah Kondisi-kondisi berikut ini berhubungan dengan hasil yang mungkin didapatkan pada pemeriksaan pre transfusi : Skrining Antibodi Negatif dan Uji Silang Serasi sistem sentrifugasi inkompatibel ; kemungkinan bisa disebabkan karena : ■ Kesalahan mendeteksi golongan darah donor sistem ABO pada fase sebelumnya bisa karena kesalahan saat pemeriksaan maupun saat pemberian label pada kantong darah. ■ Kesalahan mendeteksi golongan darah donor sistem ABO karena memang tidak terdeteksinya Antigen yang lemah pada sel darah merahnya. ■ Sel darah merah donor tergolong sel yang cenderung mengalami poliaglutinasi ■ Adanya Anti-A1 pada serum resipien ■ Alloantibodi lain (seperti Anti-M) yang sangat mungkin reaktif hanya pada suhu kamar ■ Formasi Reuleoux ■ Autoantibodi Dingin (anti-I), terutama jika sentrifugasi tidak dilakukan sempurna dan skrining antibodi juga meragukan.

Skrining Antibodi Negatif disertai inkompatibilitas uji silang serasi tahap antiglobulin ; keadaan-keadaan yang beresiko menyebabkan hal ini : ■ Sel darah merah donor memiliki hasil tes antiglobulin direk yang positif ■ Terjadi reaksi antibodi oleh sel darah merah resipien yang memiliki antigen khusus pada dosis terapi (misal Rh, Kidd, Duffy, dan MN) ■ Reaksi antibodi resipien oleh suatu antigen pada sel darah merah donor yang jarang ditemukan ■ Adanya aliran antibodi pasif dari proses transfusi sebelumnya meskipun pada transfusi tersebut hasil uji silangnya adalah kompatible ■ Adanya Auto-Anti-IH ■ Adanya Anti-LebH. ■ Adanya Antibodi dependen pada diluent sel regeansia ■ Adanya antibodi heterozigot pada serum resipien ■ Alloantibodi yang berlebihan pada serum resipien

Beberapa Kondisi yang berhubungan dengan Inkompatibilitas darah Janin dan Ibu sistem ABO : -Inkompatibilitas pada golongan darah ABO terjadi jika: Ibu golongan darah O mengandung janin golongan darah A atau B -Golongan darah ABO yang memiliki ibu golongan O dan janinnya A atau B ada 15-20 %. Namun insiden inkompatibilitas ABO: 3 %. -Hemolisis pada ABO jarang karena antibodi ibu alamiah. Janin yang sampai harus ditransfusi tukar ada 1 dari 1000-4000 kehamilan inkompatibilitas -Frekuensi terjadinya pada kehamilan pertama sama besar resikonya dibandingkan dengan kehamilan berikutnya. Beberapa hal terkait hemolisis sistem Rhesus : -Hemolisis yaitu hancurnya/destruksi sel darah merah janin karena reaksi antigen antibodi. Pada bayi tanpa komplemen -Pada sistem Rhesus terjadi Iso imunisasi Rhesus, yaitu ditemukannya antigen D dari eritrosit janin yang masuk ke sirkulasi darah ibu Rh negatip -Destruksi oleh anti-D dapat dilihat dari darah yang telah dilabel dengan Cr 51, yang dapat diikuti hemolisis ekstra vaskularnya sampai Lien -Kecepatan penghancuran tergantung dari jumlah anti-D dan kapasitas RES (Hati dan Lien)

Hal-hal yang perlu diperhatikan berhubungan dengan hemolisis sistem ABO : -Ibu golongan darah O dapat membentuk anti-A dan anti-B -Destruksi pada eritrosit janin bergolongan darah A atau B tergantung dari kekuatan antigen A dalam eritrosit -Hemolisis pada sistem ABO terjadi pada bayi baru lahir. Bayi berwarna kuning, karena bilirubin manifes ke kulit. Berat ringannya bayi kuning tergantung dari kadar IgG -Ciri khas destruksi: Mikro sferositosis menyebabkan fragil osmotik, volume sel kecil, protein lipid membran sedikit sehingga aglutinasi mudah terjadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s