mengedit autoteks blackberry

Di rumahku belum lama ada penghuni yang datang menenteng blackberry baru. Jadi newbie nih ceritanyah. Banyak fasilitas yang diutak atik pastinya sebagai seorang new comer. Gak ketinggalan dong bbm an nya sebagai fasilitas mutlak handset rim ini.
Nah, yang memang agak unik di blackberry kan kemudahan membuat autoteks yang bisa mempercepat saat mengetik komen-komen tertentu.
Buat para newbie yang masih belum familiar dengan fasilitas autoteks, mungkin gak salah kalo aku kasih sedikit tips biar autoteks gak jadi petaka *lebai istilahnya.
Beberapa autoteks yang suka membingungkan karena menjadi bawaan default handset ini adalah :
Mo yang tiba-tiba langsung berganti month
Hr yang tiba-tiba langsung berganti hour
Teh yang tiba-tiba langsung berganti the
Tentu beberapa kata lain yang nanti bisa ditemukan sendiri oleh bro n sis yang newbie.
Tipsnya : ada baiknya menghilangkan saja kata-kata ini dengan memilihnya dari menu autoteks. kalo sudah sampai windows autoteks nanti bisa dipilih menu edit untuk merubah auto teks yang dimaksud. Jika memang ingin tetap memanfaat kata month, hour, the atau semisalnya buat jadi autoteks maka baiknya ditambahkan simbol-simbol unik pada huruf asalnya seperti :
Month muncul ketika kita mengetikkan mo_
Hour muncul ketika kita mengetikkan hr_
Dan begitu seterusnya.
Simbolnya bisa kita sesuaikan sendiri semau kita. Yang penting kita bisa selamat dari petaka autoteks yang muncul tidak pada tempatnya.
Semoga bermanfaat.

Iklan

Pandai memilih kata

Usia-usia awal sekolah tentu buat kebanyakan anak-anak menjadi masa yang menyenangkan. Mereka mendapatkan banyak teman baru yang mungkin tidak didapatkan di lingkungan rumahnya. Tentu tidak semua anak mendapat kesan demikian di sekolah mereka. Tetapi setidaknya ada dunia baru yang mereka bisa selami dibanding hanya berkutat di lingkungan rumah saja.
Buat para orang tua yang mendapati anaknya termasuk kelompok yang girang dengan sekolah mereka tentu memiliki pengalaman unik saat sekali waktu anak dalam kondisi yang tidak tepat untuk masuk sekolah. Salah satu kondisi itu adalah ketika Alloh memberikan cobaan bagi mereka dengan sakit yang dideritanya. Melihat si kecil bersemangat dengan persiapan sekolahnya sementara batuk tak berhenti menerpa mestinya membuat orang tua berfikir untuk mendekati buah hatinya demi kebaikan bersama. Ya, batuk bisa jadi malapetaka ketika tidak diatasi dengan baik. Kondisi yang satu ini tidak saja membuat si penderita merasakan gangguan pada kesehariannya tetapi juga berpeluang untuk menjadi pembawa bakal bibit penyakit bagi teman seusianya.
Bukan hal yang bijak tentunya jika niat orang tua menyelamatkan si kecil dari bahaya disampaikan dengan cara yang terkesan otoriter. Kalimat seperti “ade hari ini gak usah sekolah yah kan lagi batuk, nanti bisa nularin temen-temen di sekolah lho” seharusnya tidak menjadi kalimat pilihan yang dilontarkan ke anak-anak. Lebih cermat memilih kata-kata bukan hanya membuat si anak jadi lebih mengerti akan makna sebuah keputusan tetapi jauh dari itu, si anak akan lebih memahami bahwa orang tua mereka bersikap demikian adalah atas dasar kasih sayangnya. Mungkin salah satu kalimat yang bisa dipilih adalah seperti ini “ade hari ini gimana rasanya? Kalau nanti belajar, ade seneng gak waktu menulis tiba-tiba berhenti karena batuk ade terus-terusan?”
Saya yakin ayah dan bunda di rumah punya segudang pilihan kata-kata yang terbaik untuk buah hatinya. Pastinya, lebih pandai memilih kata akan jadi kebaikan untuk semua. InsyaAlloh.

Ujian Akhir Program Hematologi

Hari ini waktunya ujian akhir program hematologi tipe pasif. Sebetulnya saya berencana memberikan kisi-kisi soalnya, tetapi karena kendala komunikasi dengan tim penguji ternyata soalnya belum ada kepastian hingga pagi ini. Tapi setidaknya secara umum yang perlu dipelajari adalah meliputi hal-hal yang pernah saya sampaikan saat pengayaan. Prosedur standar untuk semua pemeriksaan yang terkait dalam hematologi rutin, aturan yang ditetapkan oleh ICSH yang mungkin bisa dibantu lewat paman google, keahlian dalam mengamati karakteristik khas morfologi sel-sel serta istilah-istilah yang lekat dengan hematologi terutama menyangkut kelainan hematologi. Jangan dilupakan juga untuk menghafal betul-betul batas nilai normal untuk setiap parameter pemeriksaan.
Lebih dari semua itu jangan lupa berdoa memohon kemudahan dari Yang Maha Kuasa.
Selamat ujian dan sukses untuk hasil yang akan Anda raih.

UAP tipe Pasif

Hari ini waktunya ujian akhir program hematologi tipe pasif. Sebetulnya saya berencana memberikan kisi-kisi soalnya, tetapi karena kendala komunikasi dengan tim penguji ternyata soalnya belum ada kepastian hingga pagi ini. Tapi setidaknya secara umum yang perlu dipelajari adalah meliputi hal-hal yang pernah saya sampaikan saat pengayaan. Prosedur standar untuk semua pemeriksaan yang terkait dalam hematologi rutin, aturan yang ditetapkan oleh ICSH yang mungkin bisa dibantu lewat paman google, keahlian dalam mengamati karakteristik khas morfologi sel-sel serta istilah-istilah yang lekat dengan hematologi terutama menyangkut kelainan hematologi. Jangan dilupakan juga untuk menghafal betul-betul batas nilai normal untuk setiap parameter pemeriksaan.
Lebih dari semua itu jangan lupa berdoa memohon kemudahan dari Yang Maha Kuasa.
Selamat ujian dan sukses untuk hasil yang akan Anda raih.

buat yang menyukai kopi

Frequent Coffee Consumption Linked to Longevity: Caffeine Buzz

By Payal Kohli, MD and Christopher Cannon, MD | June 7, 2012

Results of a large prospective study on the health effects of coffee have significantly amplified the social buzz about America’s favorite morning beverage. The findings, published in the New England Journal of Medicine, are somewhat contrary to popular beliefs about drinking multiple cups of coffee a day.
Based on data collected by the National Institutes of Health on the coffee-drinking habits of more than 400,000 men and women, the report found that frequent coffee drinkers have a lower risk of dying from a variety of diseases, compared with people who drink little or no coffee.

In fact, inverse associations were observed for deaths as a result of heart disease, respiratory disease, stroke, diabetes, and infections.

Catatan : memang tidak ada batasan berapa gelas perhari yang diperkenankan tetapi kategori umum yg dipahami adalah jika 1 – 3 gelas perhari termasuk kategori moderat alias sedang-sedang saja ˆ⌣ˆ

first posting from android

bismillah
ini kali pertama saya mulai posting dari tablet android. sebelum ini saya biasa posting dari blackberry pegangan saya yg tentu ukuran lebih mungil. hanya sejak paket layanan bb saya dipindah ke paket hemat ternyata layanan wordpress nya pun jadi tersendat. jadilah mencoba lewat tablet ini. unik juga menekan tuts keypad virtual di layar tujuh inci nya. harus lebih sering2 biar terbiasa.
so…. selamat menikmati coretan catatan saya di blog ini. semoga bermanfaat.

Morning Lesson @ Lion King movie

Pagi ini saya disuguhkan dengan tayangan lion king movie di salah satu tivi swasta. Filem ini sebetulnya bukan pertama kali saya tonton, entah sudah berapa kali saya bolak balik melihatnya, apalagi ketika itu memang saya pernah memiliki kepingan cd nya.
Pada salah satu adegan digambarkan bagaimana sang pangeran kecil mengajak teman mainnya ke area terasing. Area ini sebetulnya telah menjadi perhatian sang raja yang notabene ayahnya agar tidak dijadikan tempat bermain. Tapi itulah manusia. Dilahirkan dengan sifat dasar “ingin tahu” jadi seperti hukum fisika, semakin ditekan maka daya baliknya tentu semakin kuat.
Rasa ingin tahu lah yang membuat sepasang bocah ini berlari menuju tempat larangan itu. Terbelalak mata keduanya ketika melihat pemandangan yang dalam ukuran mereka tentu menakjubkan. Sampai terjadilah sedikit kekacauan dengan hadirnya sang hewan pengganggu. Untung saja sang pangeran tidak mengalami hal-hal yang mencelakakannya. Naluri sang ayah yang membawanya sigap berlari menuju tempat kekacauan yang terjadi.
Saya memetik pelajaran yang mungkin bisa dijadikan hikmah bagi para orang tua. Seiring dengan pengalaman asam garam yang dimiliki orang tua tentu mereka selalu menginginkan yang terbaik bagi buah hati mereka. Salah satu upayanya adalah mencegah mereka terjatuh pada kebinasaan.
Maka dalam otak para orang tua tentu kata “tidak” atau “jangan” menjadi salah satu modal agar anak mereka bisa menjaga diri saat sang orang tua tidak disisi. Hanya saja mengeluarkan kata-kata larangan ini di telinga anak tentu butuh strategi tersendiri. Langsung mengeluarkan kata “jangan” tanpa prolog tidak jarang malah membuat naluri curious sang anak jadi meletup. Alhasil pelanggaran lah yang akan terjadi.
Menggambarkan mereka pada hikmah mungkin itu salah satu solusi agar si anak jadi yakin bahwa larangan orang tua adalah demi kebaikan mereka. Menjelaskan resiko tanpa melebih-lebihkan dengan mitos juga tidak boleh dilupakan oleh para orang tua. Terkadang membumbui dengan mitos juga membuat otak si anak berfantasi dan seperti ada ajakan untuk mewujudkan fantasi itu. Sebagai contoh, melarang anak agar tidak bermain di area berbahaya yang jauh dari rumah tidaklah bijak kalo sambil dibumbui dengan mitos-mitos adanya makhluk halus disana. Tapi dengan menyampaikan resiko sepertinya bisa menggugah keyakinan mereka untuk lebih waspada terhadap lingkungan, misalnya kalau di daerah tersebut yang cenderung gelap dikhawatirkan ada benda-benda tajam yang bisa melukai, jika mereka butuh pertolongan tentu lebih sulit menolong karena letaknya yang jauh dari keramaian.
Jadi orang tua itu memang harus smart, dan saya yakin setiap orang tua bisa jadi pribadi yang smart sesuai keunikan buah hati mereka. Biiznillah